CAIRO (AP) [Mei 07, 2017 03:27 PM] – Ahli arkeologi dan ahli konservasi telah melakukan pertemuan di Kairo pada hari Minggu untuk membahas pemindahan takhta, dada, dan tempat tidur Raja dari kuil Tutankhamun ke museum baru yang terletak di pusat Kairo, sisi lain ibukota Mesir.

Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Egyptian Ministry of Antiquities yang berhasil mengumpulkan para ahli dari Mesir, Prancis, Spanyol, Jerman, Swiss, Denmark dan Jepang.

Tareq Tawfiq, seorang pejabat kementerian senior yang bertanggung jawab atas museum baru tersebut, mengatakan kepada The Associated Press bahwa tujuan utama pertemuan tersebut adalah untuk mencapai “konsensus global” tentang bagaimana mengangkut dan memajang kembali barang-barang King Tut tersebut ke museum yang baru dibangun. Museum tersebut dekat Piramida Gaza yang terkenal itu.

Baca Juga:
Jasa Epoxy Lantai Jakarta

Pertemuan tersebut juga membahas metode untuk menampilkan sisa-sisa yang ditemukan di makam Raja Tut, terutama kedua putrinya yang meninggal sejak lahir, menurut sebuah dokumen yang dibagikan kepada para peserta.

Berita Kontraktor Epoxy Lantai di Jakarta mengenai Pemindahan Artefak Raja Tut di Mesir

Credit Image: http://www.cbsnews.com/news/researchers-put-king-tutankhamun-mask-restoration-on-display/

“Ini adalah tantangan yang sangat besar untuk memindahkan koleksi, terutama yang sangat penting,” salah satu peserta, ahli sejarah Jerman, Gabrielle Pieke, mengatakan kepada AP.

Memindahkan barang-barang milik King Tut telah menjadi isu yang sangat sensitif sejak tahun 2014, ketika jenggot yang terpasang di topeng emas kerajaan Mesir kuno itu terjatuh. Pekerja kemudian dengan tergesa-gesa mencoba memasang kembali jenggot yang terbuat dari senyawa epoxy tersebut sehingga menyebabkan kerusakan pada artefak yang tak ternilai harganya dan menyebabkan keributan di kalangan arkeolog di seluruh dunia.

Tim Jerman-Mesir mengerjakan restorasi topeng, yang ditempatkan kembali setahun kemudian.

Pieke mendesak Mesir agar tidak terburu-buru memindahkan atau menampilkan artefak kuno yang terkait dengan King Tut.

“Ini masalah yang sulit … kita harus sangat berhati-hati,” dia mengingatkan.

Belum ada tanggal yang pasti untuk memindahkan secara lengkap barang-barang tersebut untuk ditampilkan di dua ruangan Museum Grand Mesir. Memiliki aula yang mencakup 7.000 meter persegi, secara formal disebutkan bahwa museum tersebut dijadwalkan akan dibuka pada akhir tahun 2017.

Makam Raja Tut, yang memerintah Mesir lebih dari 3.000 tahun yang lalu, ditemukan pada tahun 1922 di kota Luxor selatan.

Penulis: MENNA ZAKI

Sumber: http://www.kob.com/article/stories/S3975926.shtml?cat=649
Credit Gambar Utama: http://stillunfold.com/history/another-hidden-tunnel-found-in-king-tut-s-tomb